Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengambil langkah strategis untuk memperkuat dukungan terhadap kebijakan pemerintah Presiden Prabowo Subianto. Melalui instruksi langsung, seluruh personel kepolisian kini dibekali dengan Buku Saku “0%: Mari Kita Bantu Presiden Prabowo Bantu Saudara-Saudara Kita Keluar Dari Kemiskinan”. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas sosialisasi program-program pro-rakyat di tingkat akar rumput.
Buku saku yang tersedia dalam format digital dan cetak ini akan menjadi panduan utama bagi petugas patroli dan Bhabinkamtibmas. Tujuannya adalah untuk memudahkan penyampaian informasi program pemerintah kepada masyarakat sekaligus memperkuat fungsi pengawasan agar program-program tersebut tepat sasaran. Pesan inti dari Presiden Prabowo yang tertuang dalam buku saku ini menekankan pentingnya kepedulian sosial: “Kalau tidak bisa membantu banyak orang, bantulah beberapa orang. Kalau tidak bisa bantu beberapa orang, bantulah satu orang.”
Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., menegaskan bahwa pembekalan Buku Saku 0% merupakan bagian integral dari transformasi Polri dalam mendukung kebijakan pemerintah secara langsung di tengah masyarakat. “Polri tidak hanya hadir menjaga keamanan, tetapi juga menjadi penggerak informasi program pemerintah. Dengan Buku Saku 0% yang dibekalkan secara digital maupun cetak, anggota di lapangan mampu menjelaskan secara utuh sekaligus melakukan pengawasan agar program berjalan tepat sasaran dan benar-benar dirasakan masyarakat, ” ujar Wakapolri dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, 8 April 2026.
Buku Saku 0% dirancang secara sistematis dan terbagi dalam tiga kelompok program utama yang komprehensif. Kelompok pertama adalah Program 0% Kemiskinan, yang mencakup berbagai inisiatif untuk percepatan pengentasan kemiskinan. Program-program ini meliputi Sekolah Rakyat (SR), Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Sosial Sembako, Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, Program Indonesia Pintar (PIP), Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi lansia keluarga tunggal dan penyandang disabilitas, Bantuan Sosial Asistensi Rehabilitasi Sosial (Bansos Atensi), Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK), Dukungan Generasi Melek Teknologi (Gen-Matic), Asistensi Rehabilitasi Sosial Anak Yatim-Piatu (Atensi YAPI), Rumah Sejahtera Terpadu (RST), Subsidi LPG, Subsidi & Kompensasi Listrik, Kompensasi Pertalite, Subsidi dan Kompensasi Solar, Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), serta Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Kelompok kedua adalah Program Universal, yang dirancang untuk menyasar seluruh lapisan masyarakat. Program-program ini mencakup Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG), menunjukkan komitmen pemerintah untuk kesejahteraan seluruh warga negara.
Kelompok ketiga adalah Program Afirmatif, yang memberikan dukungan khusus untuk peningkatan kapasitas dan kesempatan masyarakat. Inisiatif dalam kelompok ini meliputi Program Pemagangan Lulusan Perguruan Tinggi (MagangHub), Sekolah Unggul Garuda, Beasiswa LPDP, Beasiswa S1 Garuda (Kemendiktisaintek), Beasiswa Sekolah Taruna Nusantara, Beasiswa S1 Universitas Pertahanan (UNHAN), Subsidi Pupuk, Subsidi Bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR), dan Sertifikasi Halal Gratis (SEHATI).
Selain rincian program, buku saku ini juga dilengkapi dengan penjelasan mendalam mengenai maksud dari setiap program, sasaran penerima manfaat, besaran manfaat yang akan diterima, serta tata cara pendaftaran yang mudah dipahami. Informasi ini akan sangat memudahkan petugas dalam memberikan edukasi yang akurat dan komprehensif kepada masyarakat.
Dengan pembekalan Buku Saku 0% ini, Polri optimis bahwa seluruh personel di lapangan akan mampu berperan sebagai ujung tombak penyampaian informasi program pemerintah. Lebih dari itu, inisiatif ini diharapkan dapat memastikan setiap bantuan dan program pemerintah diterima oleh masyarakat yang berhak secara tepat sasaran, sehingga terwujudnya kesejahteraan yang merata dapat segera terealisasi.

Dina Syafitri