SOLOK - Jagad maya dihebohkan oleh aksi rombongan Dewan Komisaris PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) yang melakukan aktivitas foto-foto di kawasan tikungan ekstrem Sitinjau Lawik, jalur penghubung Solok – Padang. Peristiwa yang terjadi pada Minggu, 12 April 2026 tersebut menuai kritik publik karena dinilai tidak etis dan membahayakan keselamatan lalu lintas.
Dalam video yang beredar luas di berbagai platform media sosial, terlihat rombongan berhenti tepat di tikungan tajam dan curam yang dikenal sebagai salah satu jalur paling berisiko di Sumatera Barat. Tidak hanya berhenti, sejumlah anggota rombongan bahkan turun dari kendaraan dan melakukan sesi foto di badan jalan.
Sorotan publik semakin tajam setelah diketahui bahwa rombongan tersebut turut dikawal oleh aparat Polisi Lalu Lintas. Dalam rekaman video, tampak petugas melakukan pengamanan di lokasi saat aktivitas berlangsung. Selain itu warganet juga menyoroti dalam rombongan tersebut terlihat sosok politisi yang dikenal publik, Atheria Dahlan, mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.
Menanggapi polemik tersebut, Kapolres Solok Kota Mas'ud Ahmad menggelar konferensi pers pada Selasa, 14 April 2026. Ia menjelaskan bahwa bahwa pengerahan Anggota untuk pengawalan yang dilakukan oleh anggota Polres Solok Kota telah sesuai dengan aturan dan Standar Operasional Prosedur (SOP).
Namun demikian, ia mengakui adanya miskomunikasi di lapangan. Menurut penjelasannya, rombongan sebenarnya tengah dalam perjalanan menuju wilayah Sumani, Solok, untuk melakukan pengecekan aset. Saat melintasi Sitinjau Lawik, kendaraan sempat melambat karena kondisi jalan dan adanya kendaraan dari arah berlawanan.
"Berdasarkan keterangan anggota dalam pemeriksaan awal, benar rombongan berhenti di kelok Sitinjau Lawik. Rombongan juga koordinasi antara salah satu pihak pada tim pengawal untuk berhenti di atas, namun karena komunikasi sempat terputus karena kondisi di perjalanan tidak berhubungan jaringan mengakibatkan terjadinya miskomunikasi, " terang Kapolres.
"Dalam situasi tersebut, komunikasi antara tim pengawal dan rombongan terputus akibat keterbatasan jaringan. Hal ini menyebabkan kesalahpahaman di mana anggota pengawal mengira akan ada aktivitas singkat seperti pemberian sesuatu kepada pengguna jalan, yang memang kerap terjadi di lokasi tersebut. Namun, rombongan justru turun dan melakukan foto-foto, " imbuhnya.
Melihat kondisi itu, anggota kepolisian yang bertugas sebanyak 3 orang yang dipimpin oleh Kanit Turjawali, segera mengambil inisiatif untuk turun dan mengatur lalu lintas guna menghindari kemacetan atau potensi kecelakaan. Adapun situasi lalu lintas saat kejadian terpantau relatif terkendali, dengan arus dari arah Solok ke Padang terdapat kendaraan, sementara dari arah sebaliknya cenderung sepi.
Kapolres Solok Kota menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kejadian yang menimbulkan keresahan publik. Ia menegaskan bahwa peristiwa ini akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan profesionalisme dan kehati-hatian dalam pelaksanaan tugas ke depan. Pihaknya juga memastikan akan melakukan pemeriksaan lanjutan, dan apabila ditemukan pelanggaran SOP oleh anggota, maka akan ditindak sesuai aturan yang berlaku.

Updates.