Padang — Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sumatera Barat telah mengambil langkah sigap dengan mengerahkan tim medis untuk memberikan layanan kesehatan gratis kepada warga yang terdampak banjir di Kota Padang, Kamis (2/4/2026). Sebanyak 49 warga berhasil mendapatkan penanganan medis di tiga posko utama yang didirikan di wilayah terdampak paling parah, yaitu Nanggalo, Sei Lareh, dan Lubuk Minturun.
Kegiatan bakti kesehatan ini mencakup berbagai layanan penting, mulai dari pemeriksaan kesehatan menyeluruh, distribusi obat-obatan secara gratis, hingga pemberian edukasi mengenai pentingnya sanitasi untuk mencegah penyebaran penyakit di masa pasca-bencana. Kehadiran Polri dalam situasi ini tidak hanya berfokus pada aspek evakuasi, tetapi juga memastikan kesejahteraan dan kondisi kesehatan masyarakat tetap terjaga optimal.
Menurut Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, kehadiran Polri merupakan bentuk kepedulian yang menyeluruh terhadap masyarakat. “Polri hadir secara menyeluruh di tengah masyarakat. Kami memastikan warga terdampak banjir tidak mengalami sakit tanpa penanganan. Ini bagian dari tanggung jawab negara dalam situasi darurat, ” tegasnya, menekankan komitmen institusi dalam memberikan dukungan penuh.
Sementara itu, Plt. Kabiddokkes Polda Sumbar, AKBP dr. Faisal, merinci bahwa mayoritas keluhan kesehatan yang dialami warga meliputi penyakit kulit, gangguan pencernaan seperti diare, serta kasus hipertensi yang dipicu oleh stres pasca-banjir. “Hingga hari ini kami menangani 49 pasien. Selain pengobatan, kami juga memberikan edukasi terkait sanitasi agar potensi wabah dapat ditekan sejak dini, ” jelasnya, menyoroti pentingnya upaya pencegahan.
Tim medis telah disiagakan sejak pagi hari dan terus berupaya melayani seluruh warga yang berada di posko pengungsian. Selain itu, kesiapan ambulans dan tenaga kesehatan terlatih juga menjadi prioritas untuk memastikan pasien dengan kondisi yang lebih serius dapat segera mendapatkan rujukan dan penanganan lebih lanjut. Polda Sumbar berkomitmen untuk terus melanjutkan layanan kesehatan ini selama masa tanggap darurat berlangsung, serta berencana memperluas jangkauan layanan ke wilayah lain yang juga terdampak banjir di seluruh Sumatera Barat.
(Berry)

Dina Syafitri