Padang, Sumbar – Polda Sumatera Barat menggelar latihan gabungan pengamanan unjuk rasa menjelang peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026, guna meningkatkan kesiapsiagaan personel menghadapi potensi aksi massa skala besar.
Latihan yang digelar di Lapangan Satbrimob Polda Sumbar, Kamis (9/4/2026), melibatkan personel dari berbagai satuan, termasuk Brimob dan jajaran Polresta Padang.
Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta menegaskan penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak konstitusional warga negara yang harus dihormati, namun kepolisian tetap harus siap mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama aksi berlangsung.
“Setiap personel harus mampu memberikan pelayanan pengamanan secara profesional, terukur, dan sesuai prosedur. Tidak boleh ada tindakan emosional yang justru memperkeruh situasi, ” kata Kapolda dalam arahannya.
Menurutnya, potensi kericuhan dalam aksi massa harus diantisipasi sejak dini karena demonstrasi damai dapat berubah menjadi anarkis apabila tidak dikelola dengan tepat.
Karena itu, Kapolda menekankan pentingnya pengendalian emosi, kedisiplinan prosedural, serta koordinasi antarsatuan dalam pelaksanaan pengamanan lapangan.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Biro Operasi Polda Sumbar Kombes Pol Dessy Ismail menjelaskan latihan mencakup simulasi tahapan pengamanan unjuk rasa, mulai dari negosiasi, pengendalian massa (Dalmas), hingga skenario penanganan situasi kontinjensi.
“Latihan ini untuk memastikan seluruh personel memahami peran masing-masing serta mampu bergerak terpadu dalam setiap tahapan pengamanan, ” ujarnya.
Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya turut menambahkan bahwa latihan tersebut juga menjadi bentuk kesiapan Polri dalam memberikan pengamanan yang humanis namun tegas kepada masyarakat.
Ia mengimbau seluruh elemen masyarakat yang akan menyampaikan aspirasi pada momentum May Day agar tetap menjaga ketertiban dan tidak mudah terprovokasi.
Latihan gabungan ini diharapkan memperkuat kesiapan mental, fisik, dan teknis personel Polda Sumbar dalam menghadapi dinamika pengamanan aksi unjuk rasa, khususnya di wilayah pusat pemerintahan dan kawasan strategis di Kota Padang.
(Berry)

Dina Syafitri